Pramugari untuk Sehari
- Details
- Hits: 3
Kabut pagi di Bandara Sultan Iskandar Muda masih tipis ketika Nesa melangkah keluar dari taksi. Tas ranselnya terasa berat, bukan oleh bawaan, tapi oleh kenangan. Dua bulan lalu, di lobi bandara inilah hidupnya berubah—bukan karena naik pesawat, tapi karena sebuah aksi nekat yang membuatnya viral: menyamar sebagai pramugari.
Saat itu, seragam biru kelabu yang ia rakit dari jahitan ibunya dan lencana tiruan yang dibeli online, adalah tiket untuk melarikan diri. Dari apa? Dari rasa hampa setelah gagal seleksi pramugari untuk ketiga kalinya. Dari tatapan ibunya yang selalu berkata, "Jangan mimpi terlalu tinggi, Nes." Ia hanya ingin merasakan, sekali saja, bagaimana rasanya berjalan percaya diri di terminal, disapa dengan senyum, dianggap sebagai bagian dari dunia yang ia idamkan.
Titik Temu di 10.000 Kaki
- Details
- Hits: 3
Kabut masih menyelimuti puncak-puncak pegunungan Jayawijaya ketika Serma Edi mengikat tali pengaman terakhir di pinggangnya. Angin berdesir dingin, menusuk sampai ke tulang, tapi di matanya ada api yang tak bisa dipadamkan oleh suhu rendah sekalipun. Hari ini, dia bukan hanya seorang instruktur terjun payung. Hari ini, dia adalah sebuah janji yang berjalan.
Kunci Emas di Gedung Kaca
- Details
- Hits: 15
Pohon ketapang di halaman kampus Politeknik Negeri Padang rimbun, dedaunannya berbisik riuh ditiup angin Senin pagi. Di balik jendela gedung rektorat yang memantulkan langit, Reva menatap lurus ke cermin. Dasinya—yang sama ia pakai saat sidang disertasi dulu—terasa agak sempit. Lima menit lagi, pelantikan.
Kafe Awan: Sebentar Saja
- Details
- Hits: 6
Udara gerah sudah menggantung sejak fajar. Dasar Desember, pikir Rahmat, sambil menghisap rokok kretek terakhir sebelum masuk mobil. Tahun ini musim tak lagi bisa ditebak. Hujan sebulan penuh, tiba-tiba terik tiga hari. Hari ini, langit abu-abu kelam kembali menggantung di atas Aceh Tamiang, memancarkan ancaman yang sunyi.
Warna-Warni Pelangi di Tepi Danau Maninjau
- Details
- Hits: 22
Kemarau panjang seolah menggantungkan waktu di Nagari Maninjau. Langit yang biasanya gemuruh dengan suara halilintar dan hujan deras, kini membentang biru kelam, keras, dan kering. Puncak Bukit Barisan di seberang danau tampak buram oleh kabut asap kebakaran hutan yang menjalar pelan namun pasti. Bencana susulan, demikian berita menyebutnya; tanah longsor di beberapa titik menyusul kebakaran hebat, mengubur jalan dan memutus akses ke desa-desa terpencil. Bau tanah terbakar dan kayu hangus menyatu dengan udara lembab danau, menciptakan aroma nestapa.
Jejak di Balik Galodo
- Details
- Hits: 7
Kabut pagi masih menggantung di lembah ketika Irfan menyalakan genset kecilnya. Dari dalam container yang dijadikan posko darurat, ia melihat tumpukan material setinggi dua meter di jalan masuk Kota Padang Panjang. Batu, kayu, lumpur, dan sisa-sisa dahan besar berserakan seperti mainan raksasa yang porak-poranda. Jembatan Kembar, gerbang ikonik kota itu, nyaris tak terlihat, terhalang oleh amukan alam yang disebut orang tua-tua sebagai galodo.