Di era transformasi digital, institusi pendidikan dituntut untuk menyediakan layanan IT yang andal, fleksibel, dan mudah dikelola. Namun, infrastruktur tradisional seringkali menjadi penghambat. Di sinilah Nutanix hadir sebagai solusi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang Nutanix, arsitekturnya, serta manfaatnya, khususnya bagi lingkungan kampus.
Home
Memahami Nutanix: Platform Infrastruktur Hiperkonvergensi untuk Masa Depan Digital Kampus
- Details
- Hits: 40
Revolusi Perancangan Kurikulum OBE dan RPS dengan Kecerdasan Buatan: Panduan Praktis untuk Dosen
- Details
- Hits: 312
Pendahuluan
Dalam dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang, tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja semakin tinggi. Outcome-Based Education (OBE) telah menjadi pendekatan yang diadopsi secara luas untuk memastikan bahwa setiap lulusan memiliki capaian pembelajaran yang terukur dan relevan dengan kebutuhan industri. Namun, merancang kurikulum berbasis capaian (OBE) dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang selaras dengan regulasi nasional bukanlah pekerjaan mudah.
Proses ini seringkali memakan waktu berbulan-bulan dan melibatkan banyak pihak: dosen, pakar industri, asosiasi profesi, dan pimpinan institusi. Tidak jarang, hasilnya masih menyisakan ketidakkonsistenan: Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) tidak terhubung dengan Bahan Kajian, Bahan Kajian tidak terpetakan ke Mata Kuliah, atau RPS tidak mencerminkan CPL yang dibebankan. Temuan seperti ini menjadi hambatan serius saat akreditasi.
Di sinilah kecerdasan buatan — seperti Claude AI dan DeepSeek — dapat menjadi asisten yang potensial. Namun tanpa panduan terstruktur, output AI cenderung generik dan kurang mendalam. Untuk menjawab tantangan tersebut, kami mengembangkan Prompt Suite OBE & RPS, sebuah kumpulan 30 prompt terstruktur yang dirancang secara hierarkis untuk memandu AI dalam merancang kurikulum OBE dan RPS secara komprehensif.
Iterative Prompting: Teknik Sistematis untuk Mengoptimalkan Kolaborasi dengan AI
- Details
- Hits: 331
Pendahuluan
Dalam beberapa tahun terakhir, model bahasa besar (Large Language Models/LLM) seperti ChatGPT, Deepseek, Gemini, dan Claude telah menjadi asisten virtual yang sangat powerful. Namun, satu keluhan umum yang sering muncul dari pengguna pemula adalah: "jawaban AI terlalu umum," "tidak sesuai konteks," atau "kurang mendalam."
Masalah ini sebenarnya bukan semata-mata keterbatasan AI, melainkan ketidaktepatan dalam memberikan instruksi (prompt). Solusi untuk masalah ini bukanlah membuat prompt yang super panjang dalam sekali coba, melainkan menggunakan Iterative Prompting.
VerifID: Inovasi Sistem Verifikasi Dokumen Digital Berbasis Hash SHA-256 dan QR Code
- Details
- Hits: 288
1. Latar Belakang
Di era digital saat ini, dokumen elektronik seperti surat keterangan, ijazah, transkrip nilai, dan kontrak kerja menjadi bagian penting dalam kegiatan akademik dan administrasi. Namun, kemudahan dalam menyalin dan memodifikasi dokumen digital juga meningkatkan risiko pemalsuan. Pemalsuan dokumen dapat merugikan banyak pihak, mulai dari institusi hingga individu.
Politeknik Negeri Padang sebagai lembaga pendidikan tinggi yang bergerak di bidang vokasi terus berupaya menghadirkan solusi teknologi yang inovatif, mudah diakses, dan tidak membebani biaya. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, tim peneliti dan pengembang dari Jurusan Teknologi Informasi telah menciptakan VerifID – sebuah sistem verifikasi dokumen digital berbasis hash SHA-256 dan QR Code dengan alur tanda tangan dua tahap.
Sistem ini dirancang untuk menjamin keaslian dan integritas dokumen digital tanpa memerlukan infrastruktur sertifikat elektronik (PKI) yang rumit dan mahal. Dengan VerifID, setiap dokumen yang ditandatangani secara digital dapat diverifikasi keasliannya oleh siapa pun, kapan pun, hanya dengan memindai QR Code atau mengunggah file.
Page 1 of 60